Label

About Me (1) Photogram (1) Phrase (3)

Senin, 16 September 2013

J A R A K

Aku merindukannya kerana-Mu Ya Allah..
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada-Mu

Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku,
tapi jarak ini untuk menjaga aku dan dia

Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik

Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk memperbaiki cinta kepada Ilahi

Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya

Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk mendalami ajaran Islam

Dan Dengan jarak ini juga..
Aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti kami akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai

Segala puji bagi-Mu wahai Tuhanku..
Kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan-Mu ini

Syukur Yaa Rabbi..
Karena memberikan jarak itu kepada aku dan dia

Sabtu, 04 Agustus 2012

We Were Like a Movie

As if we were in an old movie. We look so happy in there. At a place we don’t remember, are a stranger to, looking for our memories.

Tears fell – no
Tears are still falling. Just when I think of you, when I look at you even if I were to go back looking at you again and again.

I miss you more and more. I can’t forget you. I know I won’t love another person cause I don’t wanna let you go in my memory.

Just like if I was watching the main character of a movie, Please be the person who once loved me. Unknowingly.

Come back to my side as if we were in an old movie (Thinking about it now).

Although we seemed so young then (Thinking about it again)

The place at which time stopped for me. Stopped where we were in love. I remember, yes I remember when I sent you off, when I let you go even if I were to go back, even if I were to erase it. I miss you more.

In the past, we were like two lovers like romantic comedy. left right on the screen, just quietly. Playback again, do you remember we had countless kiss scenes? Missing each other while walking like two main characters, baby.

Walking on different roads, meeting each other coincidentally. Like a drama, even more dramatic than a drama. Come back to me, you know I need you back. You know I won’t love anyone else.

Kamis, 02 Agustus 2012

MY SOTR on 2009

Sebenernya, gw baru tau istilah SOTR (Sahur on The Road) itu dari kejadian kecelakan balapan mobil pulang SOTR anak SMAN di Jakarta, ya kalian uda tahu beritanya tahun 2011 lalu lah yaa. Kejadian ini sampe eksis yg awalnya dari Twitter sampai ke Insert RCTI.

But, gw ga bahas itu lagi. Ini cerita tentang SOTR gw, kan udah jelas tuh judul :)

Jadi, waktu pulang Tarawih, Bokap bilang ke Bunda kalo jam 11 nanti mau ziarah ke Sidoarjo (makam Gus Ud). Gw tiba-tiba nyamber aja pengen ikut, soalnya penasaran belum pernah ziarah kesitu sekalian jalan-jalan jam malam bagaikan Kelelawar wkwk. Alhasil gw boleh ikutan.

Jam 10 pun, 3 mobil temen Bokap uda parkir rapi di depan rumah. Sambil masih nongkrong sm yg lain. Anggotanya emang cowok semua bung! Bapak-Bapak jiwa anak muda gt, Ibuk-Ibuknya kagak ikutan. Tapi syukurlah gw punya temen cewek anaknya om Ipul, it's better than nothing.

Jam 11 lebih dikit (biasa jam Indonesia) kita mulai berangkat ke Sidoarjo. Ternyata di jalan bisa becanda sampe ngakak bgt loh nih Bapak-Bapak, kecuali om Nasir (sekarang RT di kampung gw) soalnya lg nyetir ya paling banter nyengir sambil ngoceh lah haha.

Sampai di makam, gw kira tempatnya kayak Ampel atau tempat makam wali songo. Ternyata masuk gang gitu, seperti makam di kampung!

Alkisah (cerita dikit nih sumber dari Mendiang Eyang), Gus Ud jaman dahulu pernah ngaji sampai ke Rungkut. Beliau juga punya ilmu seperti para Sunan (memang wali Allah). Dia juga suka meminta uang yg pastinya hanya orang-orang tertentu, dan siapa yg ngasih ke Gus Ud pasti ada rejeki yg tak terduga (ya kayak di film2 gt deh pokoknya). Uang yg diminta pun pasti dikasih keorang lain lagi, jadi Gus Ud sama sekali nggak memakai uang tadi. Beliau juga super hobby banget bersholawat, makanya waktu ziarah jg banyak baca sholawat gw. Masih banyak lg kok, selengkapnya cari info di google aja (sekedar iklan). Hehehe, peace up!

Sepulang dari ziarah mampir sahur dulu, ya sekitar setengah 2 lah. Karna gw kurang tau nama daerahnya ya boleh dong? Yang jelas sih kita makan di lesehan seafood biasa (agak merakyat doong). Makan pun, di Bos-in juga sama om Huda. Wkwkwk, Alhamdulillah rezeki.

Waktu itu sih juga sempet ada orang tiduran didepan toko yg tutup, terus di kasih makan bungkusan sm om Huda lagi.

Dan gw fikir, waktu itu jg kebetulan aja ada bapak2 sepuh compang camping tidur di pinggir jalan. Mungkin SOTR gw bedanya ga nyiapin makanan bungkus yg banyak buat dibagi-bagi in sm kaum dhuafa kaya sekarang ini kali yaaa. Atau karena emang niatnya yg ziarah tadi? haha I DON'T KNOW, yg jelas Lillahi Ta'Ala :)

Tahun-tahun berikutnya, gw nggak ikutan soalnya gak ada temen cewek lagi. Ya cukup sekali punya pengalaman sama sebagian anggota GP Anshor, H. Mundir (Caleg tahun 2000-berapa gitu) dan pengurus Pasar Soponyono Rungkut.

Thanks -xoxo-